SIMPANG AMPEK, KOTA SAWIT
Jumat, 07 Maret 2014
Panoramio - Google Maps: Meet photographers & get more exposure by connecti...
DANAU LAUT TINGGAL MUTIARA PASAMAN BARAT YANG BELUM DI POLES
Kamis, 06 Maret 2014
Orang Mandailing Bukan Batak
Posted by: tobadreams on: 22 April, 2008
Penjajah Inggeris memakai stilah “foreign Malays” untuk merujuk kepada orang Mandailing dengan alasan kemudahan administratif (administrative convinience).
Pada mulanya, kategori Mandailing dan Batak terpisah dalam sensus-sensus British Malaya, kemudian kedua kategori tersebut dihapuskan menyebabkan orang Batak maupun orang Mandailing memilih masuk Melayu’ atau menjadi Melayu dalam pengambilan sensus.
NAMA
Mandailing sudah diketahui sejak abad ke 14, dan ini menunjukkan adanya
satu bangsa dan wilayah bernama Mandailing, yang barangkali telah
muncul sebelum abad itu lagi. Nama Mandailing tersebut dalam kitab
Nagarakretagama yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365
M. Batak tidak disebut sekalipun dalam kitab tersebut.
Nama Batak itu sendiri tidak diketahui dengan pasti asal-usulnya. Ada
yang berpendapat istilah Batak itu digunakan oleh orang pesisir seperti
orang Melayu untuk memanggil orang di pedalaman Sumatra, Batak,
sepertimana orang Melayu memanggil ‘orang asli’, Sakai dan Jakun. Tapi
orang pedalaman sendiri tidak membahasakan diri mereka, Batak. Kemudian
panggilan ini dipetik oleh pengembara seperti Marco Polo, Ibnu Batutah,
dan diambil oleh Portugis dan orang-orang dari atas angin dan bawah
angin, hinggalah ke ini hari.
Bila Belanda menguasai kesultanan-kesultanan Melayu mereka bukan saja
memasukkan kesultanan-kesultanan tersebut ke dalam sistem kolonial,
sekaligus mereka juga mengambil-alih pemisahan Batak-Melayu. Persepsi
Belanda terhadap orang-orang pedalaman termasuk terhadap bangsa/umat
Mandailing dipengaruhi oleh persepsi kesultanan-kesultanan Melayu dan
Minang, dan orang-orang pesisir, yang mereka dului berinteraksi.
Lama-kelamaan
memBatakkan bangsa/umat Mandailing membudaya dalam persepsi, tanggapan,
tulisan-tulisan, dan sensus administratif Belanda hinggakan sesetengah
orang Mandailing sendiri mulai melihat diri mereka dari persepsi
penjajah yang melihat dari kacamata Melayu. Bangsa/umat Mandailing
dikatogerikan bersama-sama dengan bangsa Toba, Pak-pak, Dairi,
Simalungun dan Karo untuk tujuan administratif umum di samping menjadi
sasaran zending/Kristenisasi.
Pandangan berikut dari sarjana-sarjana Barat seperti Lance Castles adalah tipikal :
“The use of ‘Batak’ as a common label for these groups (Toba, Mandailing dan Simalungun) as well as the Karo and Dairi has a chequered career. Linguists and ethnologists have always found the term necessary because of the strong common elements in all these societies. At some periods, however, those who were converted to Islam, especially Mandailings, have sought to repudiate any association with the non-Muslim Tobas by rejecting the Batak label altogether. This tendency has been strongest among Mandailing migrants to the East Coast of Sumatra and Peninsular Malaysia.”
(Pengunaan
istilah ‘Batak’ sebagai label yang umum untuk kelompok-kelompok ini
(Toba, Mandailing dan Simalungun) sebagaimana juga dengan Karo dan Dairi
mempunyai sejarah yang berpetak-petak. Ahli-ahli bahasa dan etnologi
senantiasa mendapati bahwa istilah ini merupakan istilah yang diperlukan
dikarenakan adanya elemen umum yang kuat di dalam tiap-tiap kelompok
ini. Pada periode tertentu, mereka yang kemudian memeluk Islam, terutama
orang Mandailing telah berusaha untuk tidak dihubungkan sama sekali –
hubungan dengan non-Muslim Toba dengan menolak label Batak secara
keseluruhan. Kecenderungan ini telah terjadi terkuat di antara orang
Mandailing perantauan di Pantai Timur Sumatra dan Semenanjung Malaysia).
Sementara sarjana Barat seperti Susan Rogers Siregar, agak peka dan mengerti sedikit.“Much of the Western literature asserts that there are six major Batak cultures: Toba, Karo, Dairi-Pakpak, Simalungun, Angkola, and Mandailing. This division into ethnic units is somewhat misleading, however, since villagers often have little use for such general words as ‘Angkola’ and identitfy themselves in much more local terms as members of a ceremonial league or a group of village clusters. The sixfold ethnic division may reflect relatively new ethnic designations as members of different homeland groups come into contact and competition with each other”.
(Kebanyakan literatur Barat menegaskan bahwa ada enam budaya Budaya
yang utama: Toba, Karo, Dairi, Pakpak, Simalungun, Angkola dan
Mandailing. Pembagian ke dalam beberapa kelompok-kelompok etnik ini,
menyesatkan, lantaran penduduk desa umum tidak banyak menggunakan
perkataan seperti ‘Angkola’ dan mengidentifikasikan diri mereka dalam
istilah yang lebih lokal sebagai ‘anggota dari perhimpunan adat’ atau
sebuah kelompok perkampungan. Pembagian enam etnik tersebut mencerminkan
secara relatif penunjuk-penunjuk etnik baru sebagai bagian dari
kelompok-kelompok pribumi yang berbeda yang belakangan bertemu dan
bersaing satu sama lain)
Belakangan, sarjana-sarjana Indonesia (Indonesianists) dan antropolog terus memakai istilah Batak dengan alasan “useful” (berguna) dan “necessary”
(perlu). Pada akhirnya, sarjana-sarjana yang kononnya, menyelidik
secara netral dan objektif, sebetulnya bertanggungjawab mencipta
identitas Batak dan memperkuat identitas Batak. Malah ciptaan mereka
itu, mencorak dan mewarnai garis-garis besar ilmu mereka sendiri. Maka
pemisahan Batak-Melayu itu berkepanjangan hingga hari ini.
Bangsa Mandailing dimelayukan Inggris
Kalau penjajah Belanda melabelkan orang Mandailing sebagai Batak, penjajah Inggeris melabelkan orang Mandailing sebagai “foreign Malays” (Melayu dagang). Di satu pihak, orang Mandailing disebut Batak Mandailng, dan di pihak yang lain, disebut Melayu Mandailing.
Penjajah Inggeris memakai stilah “foreign Malays” untuk merujuk kepada orang Mandailing dengan alasan kemudahan administratif (administrative convinience).
Pada mulanya, kategori Mandailing dan Batak terpisah dalam
sensus-sensus British Malaya, kemudian kedua kategori tersebut
dihapuskan menyebabkan orang Batak maupun orang Mandailing memilih masuk
Melayu’ atau menjadi Melayu dalam pengambilan sensus.
Meskipun
berabad-abad orang-orang Batak sudah ‘masuk Melayu’, pemisahan
Batak-Melayu terus kekal. Proses memelayukan orang-orang Batak termasuk
bangsa/umat Mandailing yang dikategorikan sebagai sub-Batak itu,
berkelanjutan hingga kini. Apakah muslihat dan strategi penjajah dan
sarjana-sarjana Barat mau menghapuskan kemajemukan kebangsaan
bangsa-bangsa lain di Sumatra Utara supaya bertuankan Batak? Apakah
muslihat dan strategi penjajah dan sarjana-sarjana Barat mau
menghapuskan kemajemukan kebangsaan bangsa-bangsa Nusantara yang
kedapatan di Semenanjung supaya bertuankan Melayu ?
Bermula dengan rekayasa sosial engineering
kolonial Belanda dan British, disusuli proses Malayanisasi (kemudian
Malaysianisasi) dan Indonesianisasi yang berlaku sejak dari abad ke 19
sampai sekarang menerusi pendidikan nasional, polisi kebudayaan nasional
dan nasionalisme Melayu dan Indonesia. Ciri-ciri khusus kebangsaan
bangsa/umat Mandailing seperti bahasa dan aksara, digugat dan kemudian
terhapus sama sekali atas nama asabiah (fanatik perkauman) pembangunan
nasional, identitas nasional dan kesatuan nasional.
Rumusan
Pada tahun 1920an, alim ulamak dan pemuka-pemuka Mandailing telah memprotes percobaan orang-orang Batak-Islam termasuk orang Mandailing yang mengaku Batak, untuk dikuburkan di tanah perkuburan Sungai Mati. Alim ulama dan tokoh-tokoh Mandailing berhujah bahwa wakaf tanah perkuburan Sungai Mati hanyalah untuk jenazah-jenazah orang-orang Mandailing saja. Orang-orang Batak khusus Angkola termasuk Mandailing yang mengaku Batak, tidak pantas dikuburkan di pekuburan itu.
Pada tahun 1920an, alim ulamak dan pemuka-pemuka Mandailing telah memprotes percobaan orang-orang Batak-Islam termasuk orang Mandailing yang mengaku Batak, untuk dikuburkan di tanah perkuburan Sungai Mati. Alim ulama dan tokoh-tokoh Mandailing berhujah bahwa wakaf tanah perkuburan Sungai Mati hanyalah untuk jenazah-jenazah orang-orang Mandailing saja. Orang-orang Batak khusus Angkola termasuk Mandailing yang mengaku Batak, tidak pantas dikuburkan di pekuburan itu.
Pejuang-pejuang
kebangsaan bangsa Mandailing membawa kasus/kes ke mahkamah syariah
Sultan Deli dengan keterangan bahwa tanah perkuburan bangsa Mandailing
di Sungai Mati, Medan, adalah semata-mata untuk bangsa Mandailing. Mereka
yang berbangsa selain Mandailing, tidak boleh dikuburkan di situ.
Mahkamah syariah Sultan Deli mendeklarsi bahwa bangsa Mandailing
terpisah dan berdiri sendiri dari bangsa Batak. Kemudian
bangsa Batak membawa kasus tersebut di mahkamah sibil di Batavia, Jawa.
Mahkamah tersebut, mahkamah tertinggi di Hindia Belanda mendeklarasikan
bahwa bangsa Mandailing bukan Batak.
Kasus jati diri tersebut dibukukan oleh Mangaradja Ihoetan dalam buku Asal-Oesoelnja Bangsa Mandailing
(Pewarta Deli, Medan, 1926). Dalam pengantarnya kepada buku itu,
Mangaradja Ihoetan menjelaskan maksud buku itu disusun “…hanjalah kadar
djadi peringatan di-belakang hari kepada toeroen-toeroenan bangsa
Mandailing itoe, soepaja mereka tahoe bagaimana djerih pajah bapa-bapa
serta nenek mojangnya mempertahankan atas berdirinja kebangsaan
Mandailing itoe. Dengan djalan begitoe diharap tiadalah kiranja mereka
itoe akan sia-siakan lagi kebangsaanja dengan moedah maoe mehapoeskannja
dengan djalan memasoekkan diri pada bangsa lain jang tidak melebihkan
martabatnya”.
Catatan Raja Huta :
Artikel ini aku
kutip sebagian dari tulisan berjudul “Bangsa Mandailing Bukan Batak dan
Tidak Melayu”. Aku temukan di blog bumibebas.blogspot.com. Di blog itu
banyak ditemukan artikel mengenai sejarah dan kehidupan orang-orang
Mandailing yang tinggal di Malaysia.
link artikel :
catatan ; Mohon izin pada pihak terkait. aku tampilkan artikel ini sebagai bahan penelitian
Rabu, 05 Maret 2014
Piring makanan kaya protein
Studi ini melempar keraguan tentang keamanan jangka panjang dari Atkins dan diet Paleo , yang tinggi dalam daging, telur dan sumber protein hewani . Foto: Reuters
Diet kaya daging , telur , susu dan keju bisa sama berbahaya bagi kesehatan seperti merokok , menurut sebuah penelitian yang kontroversial mengenai dampak konsumsi protein pada umur panjang .
Tingginya kadar protein hewani diet pada orang di bawah usia 65 tahun dikaitkan dengan peningkatan empat kali lipat dalam risiko kematian akibat kanker atau diabetes , dan hampir dua kali lipat risiko kematian akibat sebab apapun selama periode 18 - tahun , para peneliti menemukan . Namun, para ahli gizi telah memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas dari penelitian .
Efek berbahaya keseluruhan dilihat dalam penelitian ini hampir sepenuhnya dihapuskan ketika protein berasal dari sumber tanaman , seperti kacang-kacangan dan polong-polongan , meskipun risiko kanker masih tiga kali lebih tinggi pada orang paruh baya yang makan diet kaya protein , dibandingkan dengan orang-orang pada diet rendah protein .
Tetapi sedangkan orang-orang setengah baya yang mengkonsumsi banyak protein hewani cenderung mati muda akibat kanker , diabetes dan penyakit lainnya , diet yang sama tampaknya untuk melindungi kesehatan masyarakat di usia tua .
Temuan muncul dari studi 6381 orang berusia 50 tahun ke atas yang ikut ambil bagian dalam Survei Kesehatan dan Gizi Ujian Nasional ( NHANES ) yang melacak kelompok perwakilan orang dewasa dan anak-anak di Amerika Serikat .
Studi ini melempar keraguan tentang efek kesehatan jangka panjang dari Atkins dan Paleo diet populer yang kaya protein . Sebaliknya , ini menunjukkan orang harus makan diet rendah protein sampai usia tua ketika mereka mulai untuk menurunkan berat badan dan menjadi lemah , dan kemudian meningkatkan asupan protein tubuh untuk tetap sehat . Dalam over- 65s , diet tinggi protein mengurangi risiko kematian dari setiap penyebab sebesar 28 % , dan mengurangi kematian akibat kanker sebesar 60 % , sesuai dengan rincian penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism .
Valter Longo , direktur Institute Longevity di University of Southern California , mengatakan bahwa berdasarkan penelitian dan pekerjaan sebelumnya , orang harus membatasi diri untuk tidak lebih dari 0.8g protein per hari untuk setiap kilogram berat badan , setara dengan 48G untuk orang 60kg , dan 64g untuk orang 80kg .
" Orang-orang perlu beralih ke diet di mana hanya sekitar sembilan atau sepuluh persen dari kalori mereka berasal dari protein , dan sumber-sumber yang ideal adalah nabati , " kata Longo Guardian. " Kami tidak mengatakan pergi dan melakukan beberapa diet gila kami datang dengan . Jika kita salah , tidak ada salahnya dilakukan , tetapi jika kita benar Anda melihat efek yang luar biasa yang pada umumnya adalah tentang seburuk merokok . "
" Menghabiskan beberapa bulan melihat label pada makanan Anda . Ada sedikit protein di mana-mana . Jika Anda makan sarapan , Anda mungkin mendapatkan protein 4g , tapi sepotong ayam untuk makan siang mungkin memiliki protein 50g , " kata Longo , yang melompat siang untuk mengontrol kalori dan asupan protein .
Orang-orang yang mengambil bagian dalam studi yang dikonsumsi rata-rata 1.823 kalori per hari , dengan 51 % berasal dari karbohidrat , 33 % dari lemak , dan 16 % dari protein , yang dua per tiga adalah protein hewani . Longo membagi mereka menjadi tiga kelompok . Kelompok protein tinggi mendapat 20 % atau lebih dari kalori dari protein , kelompok moderat mendapat 10 sampai 19 % dari kalori dari protein , dan kelompok rendah mendapat kurang dari 10 % kalori dari protein .
Menggoda keluar efek kesehatan nutrisi individual ini sangat sulit . Efek tampaknya berbahaya dari diet tinggi protein mungkin ke satu atau lebih zat lain dalam daging , atau didorong oleh faktor gaya hidup yang lebih sering terjadi pada pemakan daging merah biasa versus vegetarian . Faktor-faktor lain dapat condong hasil juga : orang pada studi yang mendapat sakit mungkin telah pergi dari makanan mereka , dan melihat peningkatan proporsional dalam jumlah kalori yang mereka dapatkan dari protein . Dalam hal ini, itu akan menjadi penyakit mengemudi diet , bukan sebaliknya.
" Saya akan mendesak hati-hati umum atas studi observasional , dan terutama ketika melihat diet , mengingat kesulitan untuk membedakan satu nutrisi atau komponen makanan dari yang lain . Anda bisa mendapatkan sebuah asosiasi yang mungkin memiliki beberapa hubungan kausal atau tidak mungkin , " kata Peter Emery , kepala gizi dan dietetics di King College London.
Gunter Kuhnle , seorang ilmuwan gizi makanan di Universitas Reading , mengatakan itu salah " dan bahkan berpotensi berbahaya " untuk membandingkan efek dari merokok dengan efek dari daging dan keju sebagai studi tidak.
" Mengirimkan [ tekan ] pernyataan seperti ini dapat merusak efektivitas pesan kesehatan masyarakat yang penting Mereka dapat membantu untuk mencegah saran kesehatan suara dari mendapatkan melalui kepada masyarakat umum perokok itu berpikir : . . ' Mengapa repot-repot berhenti merokok jika keju dan ham sandwich sama buruknya untuk saya? ' "
Heather Ohly di Pusat Eropa untuk Lingkungan dan Kesehatan Manusia di Exeter mengatakan : " Merokok telah terbukti sepenuhnya buruk bagi kita , sedangkan daging dan keju dapat dikonsumsi di moderasi sebagai bagian dari diet yang sehat , berkontribusi terhadap asupan yang direkomendasikan banyak penting nutrisi . "
Kebanyakan orang di Inggris makan lebih banyak protein dari yang mereka butuhkan . The British Dietetic Association merekomendasikan asupan harian 45g dan 55g protein untuk rata-rata wanita dan laki-laki masing-masing. Namun menurut British Nutrition Foundation asupan protein rata-rata per hari adalah 88g dan 64g untuk pria dan wanita .
Dalam serangkaian tindak lanjut percobaan , Longo melihat apa yang mungkin berada di balik efek tampaknya merusak dari diet tinggi protein terhadap kesehatan di usia pertengahan . Tes darah pada orang-orang dalam studi ini menunjukkan bahwa tingkat hormon pertumbuhan yang disebut IGF - 1 naik dan turun seiring dengan asupan protein . Bagi mereka pada diet protein tinggi , terbit di IGF-1 terus meningkat risiko kanker mereka . Pemeriksaan lebih lanjut pada tikus menemukan bahwa diet tinggi protein menyebabkan kanker dan tumor lebih besar dari rendah - protein mati
MA MURO
Di manyogot niari i marombus ma angin naro man
juluan.Taraso ngali sampe tu oli oli i. Jarupesongoni nadung maturapak ma umak
si Butet laos kehe tu tataringan, Harana le baya na naget pasamasak silamotan
kan obanaon tu sabaan."Ois, ngalina ningia" laos manjama
aek na kan pambasu ni pariuki. Bo jakna tarbege muse di ayah si Ucok na baru
modom di podomannai."Tarik ulosmu " ningia laos mambalikkon badan nia
tu siambirang.Rupana nga nabinito nia nadung tudapuranma umak si Butet.
Harana ia pentong nabaru ro dope man batangaekan, ben asik na namnjala i, bo
kotusubuh doma so lalu tu bagas.
"Modom ma jolo ayah butet" so mardahan au,
ning parsonduk nia i na laos manyandang garigit kehe mangalap aek tu
pancur na i parik bagas nalai i. "Olo marcolok ko, naron inda idaho dalan
mu bo tagompang muse", ninna man bilik podoman nialai i. Lalu ma tu
pancuran itauk mantong aek sagarigit,dungi paiskon badan salau Maruduk. dung
salole sude mulak ma tubagas ma taroban aek. Lalu tu dapuran ipasandar garigit
idonok tataringi, so kehe sumbayang subuh.
"Ayah Butet, Juguk ma so sumbayang, naron abis
kotu" Ning induk tataring nia i." Dung sumbayang sububuh ma au
nangkini itopi ni batangaekan" Ninna muse.
Salose ma na sumbayang i tungkas tangkis muse ma
di dapuran, salaos mangbin uali tu tataring i tarida di sia tamburan ni
ayah si Butet gantung i topi ni raga i. Itengok tu bagasan, ajakna gulaen
urare marcampur garing na dapot ijala ayah si butet borngini. Ben godang ni roa
nia, bulus na ibituai ia ma, so ias ipas tar gule. harana tong le baya nakon
sigop do so salose sude,ipas dapot kehe tu sabaan. harana dompak mamuro muse
nari.Tarlambat lalu tu du ipangan amporikma eme nadung gumorsing di sabai.
Salose ma na makacak idapuri,isiapkon umak si Butet ma
kaporluan nangkan obanon tu sabaan,bope na indahan,gule,dohot nalain lainnai
imasukkon ia ma sude tu bagasan adangan i. Dungi so ipio ia ayah Butet,so
raplagut laos mangan di manyogot nia ari i. "Modom dope ayah mak",
ning si Butet salaos juguk man podoman nia i. "Ngoti ma, soke amu tuaekan,
so mangan" ning umak nia. "olo umak",ning si butet,salaos kehe
tu donok podoman niayah nia. "Ayah,ayah ngot maho torang ma ari",
ning si Butet tu ayah nia.Tarbege songoni juguk mantong ayah si Butet
salao jojong mardalan manogu nogu Boru nia i kehe tu ak pancur an. " Ligi
denggan dalan mu inang naron targompang ko", ning ayah nia, "Olo
ayah, alus si butet asok. Ben namenekon dope si butet lahona pe napalanan. lalu
tu aekan na git maridi muse dope sibutet si dung nai iompa ayah nia doma ia
muli man aekan, Lalu tubagas,umak nia pe na inte ma di dapuran pataeng
taeng kalai so rap mangan.
"Aha gule na mak", ning si butet, "
Urare na martolor"ning umak nia. Pebege bege songoni mr si ipas mantong si
butet dot ayah nia tudapuran. Disi pentong nadung martibalanma sude.lalu tusi
rap mangan ma.Dohot jop niroa, marmanganmantong. "Deges tengok duri nai de
maak", naron mokan ko,ning ayah si butet."Tolornai len sia,so ulang
mar duri", ning umak nia. Ilehen ayah nia mantong tolor gulaeni,sato
ijagit si butet na iaumkn nia ma bulus, bo ngokan jakna namar campur dope dot
duri gulaeni. "Aaaaauuuuuuhhh",ning si butet tangis ia, Bo.namngua
diho inang ning ayah nia,
"ngokan au ayahhhhh,Ning si butet. "Bo,
songoni dehe,tengok ulungku " ning ayah nia salaos mamutar kupih na di ulu
nia i. "Bia do lala ho,maelama duri nai",ning ayah nia".
"Ape ayah" ning si butet.
Salose namangani ipasimpu umak nia ma sude, dungi so
laos kehe alai mardalan tu saba lombangan."Tar ipas kita sotki,amporik
nabahat isabaan" ning ayah nia.Si Butet pentong na iompa ma ia
idalani,harana dalan pe nalandit ben dor na ro udan samasoon.
Lalu ma tu sabaan juguk ma sibutet di pondok
i,umak dohot ayah nia kehe ma ngayak amporik nadung songgop di sudik sabai
tingon julu."Buteeet,tairik tali ni otor i", ning ayah nia man tonga
ni sabai.Apentong dohur doma habang amporik man tonga sabai dung itarik
tarik si butet tali ni otor na idokon ayah nia i. Soni muse umak nia
nganamarnasip mangayak unggeh na itonga sabai bope na adong i duru i. Unggeh
Amporik, Silisit, Tarayan, Bondo Bope na Balom na adong i tonga sabai mar
habangan sude harani gosona alai namnggorai i.
Songonimantong karejo ni alai di sabaan satulok
arimulai eme tuluar sampe salose manyabi.Dung salose sabion ato
namanggotol, ipalagutma eme isimpan ibaen tu opuk,so les adong
parsilamoton ni ibana sonipe koum koum na adong rosokina disi.
Padang Tujuh, 5 Maret 2014
Taringot di najolo.
Langganan:
Postingan (Atom)

