Kamis, 06 Maret 2014

Orang Mandailing Bukan Batak

Posted on: 22 April, 2008
Penjajah Inggeris memakai stilah “foreign Malays” untuk merujuk kepada orang Mandailing dengan alasan kemudahan administratif (administrative convinience).
Pada mulanya, kategori Mandailing dan Batak terpisah dalam sensus-sensus British Malaya, kemudian kedua kategori tersebut dihapuskan menyebabkan orang Batak maupun orang Mandailing memilih masuk Melayu’ atau menjadi Melayu dalam pengambilan sensus.
NAMA Mandailing sudah diketahui sejak abad ke 14, dan ini menunjukkan adanya satu bangsa dan wilayah bernama Mandailing, yang barangkali telah muncul sebelum abad itu lagi. Nama Mandailing tersebut dalam kitab Nagarakretagama yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365 M. Batak tidak disebut sekalipun dalam kitab tersebut.
Nama Batak itu sendiri tidak diketahui dengan pasti asal-usulnya. Ada yang berpendapat istilah Batak itu digunakan oleh orang pesisir seperti orang Melayu untuk memanggil orang di pedalaman Sumatra, Batak, sepertimana orang Melayu memanggil ‘orang asli’, Sakai dan Jakun. Tapi orang pedalaman sendiri tidak membahasakan diri mereka, Batak. Kemudian panggilan ini dipetik oleh pengembara seperti Marco Polo, Ibnu Batutah, dan diambil oleh Portugis dan orang-orang dari atas angin dan bawah angin, hinggalah ke ini hari.
Bila Belanda menguasai kesultanan-kesultanan Melayu mereka bukan saja memasukkan kesultanan-kesultanan tersebut ke dalam sistem kolonial, sekaligus mereka juga mengambil-alih pemisahan Batak-Melayu. Persepsi Belanda terhadap orang-orang pedalaman termasuk terhadap bangsa/umat Mandailing dipengaruhi oleh persepsi kesultanan-kesultanan Melayu dan Minang, dan orang-orang pesisir, yang mereka dului berinteraksi.
Lama-kelamaan memBatakkan bangsa/umat Mandailing membudaya dalam persepsi, tanggapan, tulisan-tulisan, dan sensus administratif Belanda hinggakan sesetengah orang Mandailing sendiri mulai melihat diri mereka dari persepsi penjajah yang melihat dari kacamata Melayu. Bangsa/umat Mandailing dikatogerikan bersama-sama dengan bangsa Toba, Pak-pak, Dairi, Simalungun dan Karo untuk tujuan administratif umum di samping menjadi sasaran zending/Kristenisasi.
Pandangan berikut dari sarjana-sarjana Barat seperti Lance Castles adalah tipikal :
“The use of ‘Batak’ as a common label for these groups (Toba, Mandailing dan Simalungun) as well as the Karo and Dairi has a chequered career. Linguists and ethnologists have always found the term necessary because of the strong common elements in all these societies. At some periods, however, those who were converted to Islam, especially Mandailings, have sought to repudiate any association with the non-Muslim Tobas by rejecting the Batak label altogether. This tendency has been strongest among Mandailing migrants to the East Coast of Sumatra and Peninsular Malaysia.”
(Pengunaan istilah ‘Batak’ sebagai label yang umum untuk kelompok-kelompok ini (Toba, Mandailing dan Simalungun) sebagaimana juga dengan Karo dan Dairi mempunyai sejarah yang berpetak-petak. Ahli-ahli bahasa dan etnologi senantiasa mendapati bahwa istilah ini merupakan istilah yang diperlukan dikarenakan adanya elemen umum yang kuat di dalam tiap-tiap kelompok ini. Pada periode tertentu, mereka yang kemudian memeluk Islam, terutama orang Mandailing telah berusaha untuk tidak dihubungkan sama sekali – hubungan dengan non-Muslim Toba dengan menolak label Batak secara keseluruhan. Kecenderungan ini telah terjadi terkuat di antara orang Mandailing perantauan di Pantai Timur Sumatra dan Semenanjung Malaysia).
Sementara sarjana Barat seperti Susan Rogers Siregar, agak peka dan mengerti sedikit.
“Much of the Western literature asserts that there are six major Batak cultures: Toba, Karo, Dairi-Pakpak, Simalungun, Angkola, and Mandailing. This division into ethnic units is somewhat misleading, however, since villagers often have little use for such general words as ‘Angkola’ and identitfy themselves in much more local terms as members of a ceremonial league or a group of village clusters. The sixfold ethnic division may reflect relatively new ethnic designations as members of different homeland groups come into contact and competition with each other”.
(Kebanyakan literatur Barat menegaskan bahwa ada enam budaya Budaya yang utama: Toba, Karo, Dairi, Pakpak, Simalungun, Angkola dan Mandailing. Pembagian ke dalam beberapa kelompok-kelompok etnik ini, menyesatkan, lantaran penduduk desa umum tidak banyak menggunakan perkataan seperti ‘Angkola’ dan mengidentifikasikan diri mereka dalam istilah yang lebih lokal sebagai ‘anggota dari perhimpunan adat’ atau sebuah kelompok perkampungan. Pembagian enam etnik tersebut mencerminkan secara relatif penunjuk-penunjuk etnik baru sebagai bagian dari kelompok-kelompok pribumi yang berbeda yang belakangan bertemu dan bersaing satu sama lain)
Belakangan, sarjana-sarjana Indonesia (Indonesianists) dan antropolog terus memakai istilah Batak dengan alasan “useful” (berguna) dan “necessary” (perlu). Pada akhirnya, sarjana-sarjana yang kononnya, menyelidik secara netral dan objektif, sebetulnya bertanggungjawab mencipta identitas Batak dan memperkuat identitas Batak. Malah ciptaan mereka itu, mencorak dan mewarnai garis-garis besar ilmu mereka sendiri. Maka pemisahan Batak-Melayu itu berkepanjangan hingga hari ini.
Bangsa Mandailing dimelayukan Inggris
Kalau penjajah Belanda melabelkan orang Mandailing sebagai Batak, penjajah Inggeris melabelkan orang Mandailing sebagai “foreign Malays” (Melayu dagang). Di satu pihak, orang Mandailing disebut Batak Mandailng, dan di pihak yang lain, disebut Melayu Mandailing.
Penjajah Inggeris memakai stilah “foreign Malays” untuk merujuk kepada orang Mandailing dengan alasan kemudahan administratif (administrative convinience). Pada mulanya, kategori Mandailing dan Batak terpisah dalam sensus-sensus British Malaya, kemudian kedua kategori tersebut dihapuskan menyebabkan orang Batak maupun orang Mandailing memilih masuk Melayu’ atau menjadi Melayu dalam pengambilan sensus.
Meskipun berabad-abad orang-orang Batak sudah ‘masuk Melayu’, pemisahan Batak-Melayu terus kekal. Proses memelayukan orang-orang Batak termasuk bangsa/umat Mandailing yang dikategorikan sebagai sub-Batak itu, berkelanjutan hingga kini. Apakah muslihat dan strategi penjajah dan sarjana-sarjana Barat mau menghapuskan kemajemukan kebangsaan bangsa-bangsa lain di Sumatra Utara supaya bertuankan Batak? Apakah muslihat dan strategi penjajah dan sarjana-sarjana Barat mau menghapuskan kemajemukan kebangsaan bangsa-bangsa Nusantara yang kedapatan di Semenanjung supaya bertuankan Melayu ?
Bermula dengan rekayasa sosial engineering kolonial Belanda dan British, disusuli proses Malayanisasi (kemudian Malaysianisasi) dan Indonesianisasi yang berlaku sejak dari abad ke 19 sampai sekarang menerusi pendidikan nasional, polisi kebudayaan nasional dan nasionalisme Melayu dan Indonesia. Ciri-ciri khusus kebangsaan bangsa/umat Mandailing seperti bahasa dan aksara, digugat dan kemudian terhapus sama sekali atas nama asabiah (fanatik perkauman) pembangunan nasional, identitas nasional dan kesatuan nasional.
Rumusan
Pada tahun 1920an, alim ulamak dan pemuka-pemuka Mandailing telah memprotes percobaan orang-orang Batak-Islam termasuk orang Mandailing yang mengaku Batak, untuk dikuburkan di tanah perkuburan Sungai Mati. Alim ulama dan tokoh-tokoh Mandailing berhujah bahwa wakaf tanah perkuburan Sungai Mati hanyalah untuk jenazah-jenazah orang-orang Mandailing saja. Orang-orang Batak khusus Angkola termasuk Mandailing yang mengaku Batak, tidak pantas dikuburkan di pekuburan itu.
Pejuang-pejuang kebangsaan bangsa Mandailing membawa kasus/kes ke mahkamah syariah Sultan Deli dengan keterangan bahwa tanah perkuburan bangsa Mandailing di Sungai Mati, Medan, adalah semata-mata untuk bangsa Mandailing. Mereka yang berbangsa selain Mandailing, tidak boleh dikuburkan di situ. Mahkamah syariah Sultan Deli mendeklarsi bahwa bangsa Mandailing terpisah dan berdiri sendiri dari bangsa Batak. Kemudian bangsa Batak membawa kasus tersebut di mahkamah sibil di Batavia, Jawa. Mahkamah tersebut, mahkamah tertinggi di Hindia Belanda mendeklarasikan bahwa bangsa Mandailing bukan Batak.
Kasus jati diri tersebut dibukukan oleh Mangaradja Ihoetan dalam buku Asal-Oesoelnja Bangsa Mandailing (Pewarta Deli, Medan, 1926). Dalam pengantarnya kepada buku itu, Mangaradja Ihoetan menjelaskan maksud buku itu disusun “…hanjalah kadar djadi peringatan di-belakang hari kepada toeroen-toeroenan bangsa Mandailing itoe, soepaja mereka tahoe bagaimana djerih pajah bapa-bapa serta nenek mojangnya mempertahankan atas berdirinja kebangsaan Mandailing itoe. Dengan djalan begitoe diharap tiadalah kiranja mereka itoe akan sia-siakan lagi kebangsaanja dengan moedah maoe mehapoeskannja dengan djalan memasoekkan diri pada bangsa lain jang tidak melebihkan martabatnya”.
Catatan Raja Huta :
Artikel ini aku kutip sebagian dari tulisan berjudul “Bangsa Mandailing Bukan Batak dan Tidak Melayu”. Aku temukan di blog bumibebas.blogspot.com. Di blog itu banyak ditemukan artikel mengenai sejarah dan kehidupan orang-orang Mandailing yang tinggal di Malaysia.
link artikel :
catatan ; Mohon izin pada pihak terkait. aku tampilkan artikel ini sebagai bahan penelitian

Rabu, 05 Maret 2014

ULANG LOJONGKON AU ABAAAAAAAAAANG






Gambar Lucu
Tonang maho boru tulang, donok do  dison bagas ni kahanggi nami  .hehehehehe..........


Piring makanan kaya protein

 
Plates of food rich in protein

Studi ini melempar keraguan tentang keamanan jangka panjang dari Atkins dan diet Paleo , yang tinggi dalam daging, telur dan sumber protein hewani . Foto: Reuters

Diet kaya daging , telur , susu dan keju bisa sama berbahaya bagi kesehatan seperti merokok , menurut sebuah penelitian yang kontroversial mengenai dampak konsumsi protein pada umur panjang .

Tingginya kadar protein hewani diet pada orang di bawah usia 65 tahun dikaitkan dengan peningkatan empat kali lipat dalam risiko kematian akibat kanker atau diabetes , dan hampir dua kali lipat risiko kematian akibat sebab apapun selama periode 18 - tahun , para peneliti menemukan . Namun, para ahli gizi telah memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas dari penelitian .

Efek berbahaya keseluruhan dilihat dalam penelitian ini hampir sepenuhnya dihapuskan ketika protein berasal dari sumber tanaman , seperti kacang-kacangan dan polong-polongan , meskipun risiko kanker masih tiga kali lebih tinggi pada orang paruh baya yang makan diet kaya protein , dibandingkan dengan orang-orang pada diet rendah protein .

Tetapi sedangkan orang-orang setengah baya yang mengkonsumsi banyak protein hewani cenderung mati muda akibat kanker , diabetes dan penyakit lainnya , diet yang sama tampaknya untuk melindungi kesehatan masyarakat di usia tua .

Temuan muncul dari studi 6381 orang berusia 50 tahun ke atas yang ikut ambil bagian dalam Survei Kesehatan dan Gizi Ujian Nasional ( NHANES ) yang melacak kelompok perwakilan orang dewasa dan anak-anak di Amerika Serikat .

Studi ini melempar keraguan tentang efek kesehatan jangka panjang dari Atkins dan Paleo diet populer yang kaya protein . Sebaliknya , ini menunjukkan orang harus makan diet rendah protein sampai usia tua ketika mereka mulai untuk menurunkan berat badan dan menjadi lemah , dan kemudian meningkatkan asupan protein tubuh untuk tetap sehat . Dalam over- 65s , diet tinggi protein mengurangi risiko kematian dari setiap penyebab sebesar 28 % , dan mengurangi kematian akibat kanker sebesar 60 % , sesuai dengan rincian penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism .

Valter Longo , direktur Institute Longevity di University of Southern California , mengatakan bahwa berdasarkan penelitian dan pekerjaan sebelumnya , orang harus membatasi diri untuk tidak lebih dari 0.8g protein per hari untuk setiap kilogram berat badan , setara dengan 48G untuk orang 60kg , dan 64g untuk orang 80kg .

" Orang-orang perlu beralih ke diet di mana hanya sekitar sembilan atau sepuluh persen dari kalori mereka berasal dari protein , dan sumber-sumber yang ideal adalah nabati , " kata Longo Guardian. " Kami tidak mengatakan pergi dan melakukan beberapa diet gila kami datang dengan . Jika kita salah , tidak ada salahnya dilakukan , tetapi jika kita benar Anda melihat efek yang luar biasa yang pada umumnya adalah tentang seburuk merokok . "

" Menghabiskan beberapa bulan melihat label pada makanan Anda . Ada sedikit protein di mana-mana . Jika Anda makan sarapan , Anda mungkin mendapatkan protein 4g , tapi sepotong ayam untuk makan siang mungkin memiliki protein 50g , " kata Longo , yang melompat siang untuk mengontrol kalori dan asupan protein .

Orang-orang yang mengambil bagian dalam studi yang dikonsumsi rata-rata 1.823 kalori per hari , dengan 51 % berasal dari karbohidrat , 33 % dari lemak , dan 16 % dari protein , yang dua per tiga adalah protein hewani . Longo membagi mereka menjadi tiga kelompok . Kelompok protein tinggi mendapat 20 % atau lebih dari kalori dari protein , kelompok moderat mendapat 10 sampai 19 % dari kalori dari protein , dan kelompok rendah mendapat kurang dari 10 % kalori dari protein .

Menggoda keluar efek kesehatan nutrisi individual ini sangat sulit . Efek tampaknya berbahaya dari diet tinggi protein mungkin ke satu atau lebih zat lain dalam daging , atau didorong oleh faktor gaya hidup yang lebih sering terjadi pada pemakan daging merah biasa versus vegetarian . Faktor-faktor lain dapat condong hasil juga : orang pada studi yang mendapat sakit mungkin telah pergi dari makanan mereka , dan melihat peningkatan proporsional dalam jumlah kalori yang mereka dapatkan dari protein . Dalam hal ini, itu akan menjadi penyakit mengemudi diet , bukan sebaliknya.

" Saya akan mendesak hati-hati umum atas studi observasional , dan terutama ketika melihat diet , mengingat kesulitan untuk membedakan satu nutrisi atau komponen makanan dari yang lain . Anda bisa mendapatkan sebuah asosiasi yang mungkin memiliki beberapa hubungan kausal atau tidak mungkin , " kata Peter Emery , kepala gizi dan dietetics di King College London.

Gunter Kuhnle , seorang ilmuwan gizi makanan di Universitas Reading , mengatakan itu salah " dan bahkan berpotensi berbahaya " untuk membandingkan efek dari merokok dengan efek dari daging dan keju sebagai studi tidak.

" Mengirimkan [ tekan ] pernyataan seperti ini dapat merusak efektivitas pesan kesehatan masyarakat yang penting Mereka dapat membantu untuk mencegah saran kesehatan suara dari mendapatkan melalui kepada masyarakat umum perokok itu berpikir : . . ' Mengapa repot-repot berhenti merokok jika keju dan ham sandwich sama buruknya untuk saya? ' "

Heather Ohly di Pusat Eropa untuk Lingkungan dan Kesehatan Manusia di Exeter mengatakan : " Merokok telah terbukti sepenuhnya buruk bagi kita , sedangkan daging dan keju dapat dikonsumsi di moderasi sebagai bagian dari diet yang sehat , berkontribusi terhadap asupan yang direkomendasikan banyak penting nutrisi . "

Kebanyakan orang di Inggris makan lebih banyak protein dari yang mereka butuhkan . The British Dietetic Association merekomendasikan asupan harian 45g dan 55g protein untuk rata-rata wanita dan laki-laki masing-masing. Namun menurut British Nutrition Foundation asupan protein rata-rata per hari adalah 88g dan 64g untuk pria dan wanita .

Dalam serangkaian tindak lanjut percobaan , Longo melihat apa yang mungkin berada di balik efek tampaknya merusak dari diet tinggi protein terhadap kesehatan di usia pertengahan . Tes darah pada orang-orang dalam studi ini menunjukkan bahwa tingkat hormon pertumbuhan yang disebut IGF - 1 naik dan turun seiring dengan asupan protein . Bagi mereka pada diet protein tinggi , terbit di IGF-1 terus meningkat risiko kanker mereka . Pemeriksaan lebih lanjut pada tikus menemukan bahwa diet tinggi protein menyebabkan kanker dan tumor lebih besar dari rendah - protein mati
Dari berbagai sumber. 


MA MURO


Di manyogot niari i marombus ma angin naro man juluan.Taraso ngali sampe tu oli oli i. Jarupesongoni nadung maturapak ma umak si Butet laos kehe tu tataringan, Harana le baya na naget pasamasak silamotan kan obanaon tu sabaan."Ois, ngalina ningia"  laos manjama  aek na kan pambasu ni pariuki. Bo jakna tarbege muse di ayah si Ucok na baru modom di podomannai."Tarik ulosmu " ningia laos mambalikkon badan nia tu siambirang.Rupana nga nabinito nia nadung  tudapuranma umak si Butet. Harana ia pentong nabaru ro dope man batangaekan, ben asik na namnjala i, bo kotusubuh doma so lalu tu bagas. 

"Modom ma jolo ayah butet" so mardahan au, ning parsonduk nia i na laos manyandang garigit  kehe mangalap aek tu pancur na i parik bagas nalai i. "Olo marcolok ko, naron inda idaho dalan mu bo tagompang muse", ninna man bilik podoman nialai i. Lalu ma tu pancuran itauk mantong aek sagarigit,dungi paiskon badan salau Maruduk. dung salole sude mulak ma tubagas ma taroban aek. Lalu tu dapuran ipasandar garigit idonok tataringi, so kehe sumbayang subuh.

"Ayah Butet, Juguk ma so sumbayang, naron abis kotu"  Ning induk tataring nia i." Dung sumbayang sububuh ma au nangkini itopi ni batangaekan" Ninna muse. 

Salose ma na sumbayang i  tungkas tangkis muse ma di dapuran, salaos mangbin uali tu tataring i tarida  di sia tamburan ni ayah si Butet gantung i topi ni raga i. Itengok tu bagasan, ajakna  gulaen urare marcampur garing na dapot ijala ayah si butet borngini. Ben godang ni roa nia, bulus na ibituai ia ma, so ias ipas tar gule. harana tong le baya nakon sigop do so salose sude,ipas dapot kehe tu sabaan. harana dompak mamuro muse nari.Tarlambat lalu tu du ipangan amporikma eme nadung gumorsing di sabai.

Salose ma na makacak idapuri,isiapkon umak si Butet ma kaporluan nangkan obanon tu sabaan,bope na indahan,gule,dohot nalain lainnai imasukkon ia ma sude tu bagasan adangan i. Dungi so ipio ia ayah Butet,so raplagut laos mangan di manyogot nia ari i. "Modom dope ayah mak", ning si Butet salaos juguk man podoman nia i. "Ngoti ma, soke amu tuaekan, so mangan" ning umak nia. "olo umak",ning si butet,salaos kehe tu donok podoman niayah nia. "Ayah,ayah ngot maho torang ma ari", ning si Butet  tu ayah nia.Tarbege songoni juguk mantong ayah si Butet salao jojong mardalan manogu nogu Boru nia i kehe tu ak pancur an. " Ligi denggan dalan mu inang naron targompang ko", ning ayah nia, "Olo ayah, alus si butet asok. Ben namenekon dope si butet lahona pe napalanan. lalu tu aekan na git maridi muse dope sibutet si dung nai iompa ayah nia doma ia muli man aekan, Lalu tubagas,umak nia pe na inte ma di dapuran pataeng taeng  kalai so rap mangan.    

"Aha gule na mak", ning si butet, " Urare na martolor"ning umak nia. Pebege bege songoni mr si ipas mantong si butet dot ayah nia tudapuran. Disi pentong nadung martibalanma sude.lalu tusi rap mangan ma.Dohot jop niroa, marmanganmantong. "Deges tengok duri nai de maak", naron mokan ko,ning ayah si butet."Tolornai len sia,so ulang mar duri", ning umak nia. Ilehen ayah nia mantong tolor gulaeni,sato ijagit si butet na iaumkn nia ma bulus, bo ngokan jakna namar campur dope dot duri gulaeni. "Aaaaauuuuuuhhh",ning si butet tangis ia, Bo.namngua diho inang ning ayah nia,
"ngokan au ayahhhhh,Ning si butet. "Bo, songoni dehe,tengok ulungku " ning ayah nia salaos mamutar kupih na di ulu nia i. "Bia do lala ho,maelama duri nai",ning ayah nia". "Ape ayah" ning si butet. 

Salose namangani ipasimpu umak nia ma sude, dungi so laos kehe alai mardalan tu saba lombangan."Tar ipas kita sotki,amporik nabahat  isabaan" ning ayah nia.Si Butet pentong na iompa ma ia idalani,harana dalan pe nalandit ben dor na ro udan samasoon.

Lalu ma tu  sabaan juguk ma sibutet di pondok i,umak dohot ayah nia kehe ma ngayak amporik nadung songgop di sudik sabai tingon julu."Buteeet,tairik tali ni otor i", ning ayah nia man tonga ni sabai.Apentong dohur doma habang amporik man tonga sabai dung itarik tarik  si butet tali ni otor na idokon ayah nia i. Soni muse umak nia nganamarnasip mangayak unggeh na itonga sabai bope na adong i duru i. Unggeh Amporik, Silisit, Tarayan, Bondo Bope na Balom na adong i tonga sabai mar habangan sude  harani gosona alai namnggorai i.

Songonimantong karejo ni alai di sabaan satulok arimulai eme tuluar  sampe salose manyabi.Dung salose sabion ato namanggotol, ipalagutma eme isimpan  ibaen tu opuk,so les adong parsilamoton ni ibana sonipe koum koum na adong rosokina disi.

                                                                             
                                                                                 Padang Tujuh, 5 Maret 2014
                                                                                 Taringot di najolo.

Senin, 03 Maret 2014

Kekrabatan
Riwajat Marga
Oleh Abdoellah Loebis
"...Maka karena itoe doeloe tiap2 kampoeng asalnja dengan kampoeng-kampoeng jang terdiri dari kampeong asalnja itoe, ditempati oleh satoe marga. Tetapi lama kelamaan, perpindahan dan lain-lain hal didalam djadjahan atau daerah dari pada satoe marga orang-orang jang dari lain marga datang atau sebaliknja marga itoe mendatangi marga lain. Marilah ambil doea marga oempamanja A dan B; antara mana jang satoe marga sama lainnja boleh berkawin, bahwa oleh perpindahan perkawinan dari satoe marga terdjadilah kepada lainnja. Dari sebab itoelah terdapat berbagai-bagai dan banjak marga pada tiap-tiap kampoeng, dan soesah sekali sekarang dapat diketahoei soekoe mana jang asalnja pendoedoek kampoeng itoe. Marga itoe berkembanglah disegenap kampoeng atau negeri. Asalnja pada tiap-tiap kampoeng hanja terdapat biasanja doea marga; jang pertama marga jang poenja kampoeng itoe, dan lainnja marga jang datang, namanja di-Mandailing bajo-bajo.
Maka karena itoe sebagai kita katakan tadi, bahwa perpindahan itoe terdjadinja atas doea marga, marga jang satoe boleh berkawin dengan marga jang didapatinja itoe. Marga jang boleh bersiambilan berkawin itoe akan terdjadi disebabkan dibangoenkan oleh marga-marga jang berperinggan dengan dia. Demikianlah marga jang poenja negeri itoe ada poenja bajo-bajo, dan bajo-bajonja ada poela poenja bajo-bajo, djadi dengan keadaan begitoe lama kelamaan terdapatlah dalam satoe kampoeng berbagai bagai marga.
Marga-marga itoe, jang tertentoe oempamanja di-Mandailing Djoeloe dan Pakantan, adalah:
1. Loebis (Loebis itoe terbahagi doea jaitoe Loebis Hoeta Nopan dan Loebis Singa Soro).
2. Nasoetion
3. Parindoeri
4. Batoe Bara
5. Matondang
6. Daoelae
7. Nai Moente
8. Nasiboean
9. Poeloengan
Di Mandailing Godang, orang dapati marga-marga itoe disana :
1. Nasoetion. Ini terbagi beberapa bagian:
a. Nasoetian Panjaboengan
b. Nasoetian Tambangan
c. Nasoetian Borotan
d. Nasoetian Lantjat
e. Nasoetian Djior
f. Nasoetian Tonga
g. Nasoetian Dolok
h. Nasoetian Maga
i. Nasoetian Pidolo, d.l.l.
2. Loebis
3. Nasiboean
4. Harahap
5. Batoe bara
6. Mantondang (toeroenan Nasiboean)
7. Rangkoeti
8. Mardia
9. Parindoeri
10. Batoe na Bolon
11. Poeloengan
12. Rambe
13. Mangintir
14. Moente
15. Panggabean
16. Tangga Ambeng
17. Margara
Marga-marga jang diterangkan diatas itoe tidak dapat benar dipastikan dan ditentoekan dari mana datangnja. Tetapi menoeroet rapport dari Dr. Junghuhn, jang soedah dioetoes oleh Regeering (Gouvernement) ke-Tapanoeli dalam tahoen 1840, diantara marga-marga itoe tidak ada dapat lagi dari bangsa Batak, tetapi sama sekali asal toeroenan itoe seodah lain dari bangsa Batak. Dan di-Mandailing menoeroet rapport itoe tidak ada bangsa Batak lagi".
Dipetik dari Majalah Mandailing, 1920an
>>> kembali ke 'kekrabatan'
The contents of this site is the reponsability of the respective contributors

Sabtu, 01 Maret 2014

MANDAILING PASAMAN - NOMOR NI SETAN VOC. RONA RAY Fet. AMRAN RITONGA

O,AMANG SI NUAN TUNAS KU

Kobun apea,magodang ko tibu so mangguris au,
Pala di i ingot le baya di nasuada olo madabu tubagasan do aek ni mata.
Rarat ni pangaroai  do namarlobi,satontang nasib na di tarimo ni badan . Tapi jungada pe songoni olo les marsobar do ibana. Apea di suankon painte mangodang,so les adong opkopon ni daranak di pudi niari.
O, amang si nuan tunas ku,ringgasmaho nasikolai, so dapot dio bisuk napeto.ulang sugari songon ayahmu namagodang di dangol ni angoluan. Ho maia le baya sandaranku saulokon,napato togu di nalandit, na mangalaungi di las niari,,na manorangi di nagolapan.

Painte  apea magodang,hutangkok do dolok naincat,hu langkaon do pat on tu lombang ni olbung,soni udan na por dohot ari namilas hu tompu do sude,asalma dapot sarupia panyambung ni angoluan dohot  panyikolaon mu.

O,amang si bayo angin,ingot ko tu ugamo,soni pe tu pituah ni ompunta nadung jumolo sundut i. harana i do nai ita baen tungkot di namardalan sulu di borngin ni ari, so ulang nian  mogap di narami.

Molo itatap gunung pasoman,
jonjong togok songon dinding
sondia pe sibuk na di pandaraman,
ulang le lupa di nasumbayang,

Ho ale amang na di pandaraman,
na manjalaki bisuk na peto,
Ulang baya lupa di parkouman,
so les torang sampe tu jolo,

Songgop  baya amporik,
Na songgop di durame,
Sai majolo na utona on sotik,
So i pasonggop di ate ate,
                                                                                                 
                                                                                                        Padang Tujuh, 01 Maret 2014